Petani Baduy Mulai Menanam “Pohon Uang”

 Lebak
Petani Baduy Mulai Menanam “Pohon Uang”by RangkasbitungIDon.Petani Baduy Mulai Menanam “Pohon Uang”Di Baca : 223 Suara.com, Lebak – Sejumlah petani Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, beramai-ramai tanam albasia sebagai tabungan masa depan. “Kami tanam albasia sebanyak 1.200 pohon dan bisa menghasilkan uang lima tahun ke depan,” kata Santa (40) seorang petani Baduy, di Lebak, dikutip dari Antara, Minggu (5/3/2017). Albasia ditanam di lahan Perum Perhutani […]

Suasana Kampung Baduy Dalam. (Foto: Feri Latief)

Suara.com, Lebak – Sejumlah petani Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, beramai-ramai tanam albasia sebagai tabungan masa depan.

“Kami tanam albasia sebanyak 1.200 pohon dan bisa menghasilkan uang lima tahun ke depan,” kata Santa (40) seorang petani Baduy, di Lebak, dikutip dari Antara, Minggu (5/3/2017).

Albasia ditanam di lahan Perum Perhutani Blok Cicuraheum, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, seluas satu hektare.

Gerakan tanam albasia, selain konservasi alam juga bisa menghasilkan pendapatan ekonomi.

Saat ini, petani Baduy beramai-ramai mengembangkan tanaman albasia atau pohon sengon sebagai tabungan masa depan.

Selama ini, masyarakat hanya mengandalkan kehidupan ekonomi dari bercocok tanam ladang.

“Kami terbantu ekonomi dengan menanam albasia itu, selain bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga juga beli tanah,” katanya.

Menurut Santa saat ini tanaman albasia miliknya sudah memasuki usia dua tahun sebanyak 800 pohon, sedangkan 400 pohon kini berusia satu pekan.

Kemungkinan tanaman albasia itu tumbuh subur karena tidak terserang hama maupun penyakit tanaman.

Apabila, tanaman albasia menghasilkan uang sekitar Rp80 juta. Saat ini, permintaan kayu albasia relatif tinggi dan banyak penampung mendatangi petani hingga ke lapangan.

“Kami menjual kayu albasia itu kepada pengumpul langganannya. Tahun ini menanam albasia sekitar 900 pohon,” katanya.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Ruly, mengatakan produksi kayu-kayuan milik rakyat itu sekitar 100 ribu meter kubik per tahun di 28 kecamatan. Harga di pasaran Rp300 ribu permeter kubik.

 

Baca Sumber

Related Posts

Leave a Reply