Warga Pandeglang Keracunan Obat

 Kesehatan, Nasional
Mantri gadungan di Polres Pandeglang (Foto: Okezone)

Mantri gadungan di Polres Pandeglang (Foto: Okezone)

Okezone.com, Pandeglang – Sebanyak 23 warga di Pandeglang Banten, alami keracunan obat yang diberikan RS (50) yang belakangan baru diketahui sebagai mantri gadungan karena hanya mengenyam pendidikan hingga SMP saja.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, terbongkarnya praktek pengobatan yang dilakukan RS setelah adanya laporan dari paseinnya mengeluhkan sakitnya bertambah parah usai berobat kepada RS.

“Ada 23 warga yang setelah berobat kepada pelaku RS mengalami pusing – pusing dan mual– mual hingga dirawat di RSUD Berkah,” kata Kapolres kepada wartawan.

Indra mengungkapkan, pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan terkait adanya pasien berinisial S asal Kecamatan Menes meninggal dunia pada tanggal 31 Desember 2017 lalu seusai berobat kepada RS.

“Untuk memastikan penyebab kematiannya, kita menunggu hasil uji toksikologi (pemeriksaan racun) di paru-paru dan hati korban,” ujarnya.

Indra menambahkan, berdasarkan ijazah yang dimiliki, pelaku RS hanya lulusan SMP tanpa mempunyai ilmu kedokteran dan hanya berguru kepada rekannya di wilayah Cempaka Putih, Jakarta.

“Pelaku sudah menjalankan aksinya selama lima tahun dengan sistem kalau ada warga yang sakit diminta datang, diperiksa kemudian diberi obat,” katanya.

Dari kediaman pelaku, polisi mengamankan berbagai jenis obat keras yang seharusnua diperoleh menggunakan resep dokter, alat pemeriksaan tensi darah, stateskop, alat pijat elektrik.

RS dikenakan pasal 78 Juncto pasal 73 ayat 2 Undang – Undang RI nomor 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran dan atau pasal 191 Juncto pasal 60 ayat 1 dan atau pasal 197 juncto pasal 106 ayat 1 undang – undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

 

 

Sumber

 

Related Posts

Leave a Reply