Tangis Haru Khofifah Saat Suku Anak Dalam Nyanyikan “Indonesia Raya”…

 Nasional
Tangis Haru Khofifah Saat Suku Anak Dalam Nyanyikan “Indonesia Raya”…by RangkasbitungIDon.Tangis Haru Khofifah Saat Suku Anak Dalam Nyanyikan “Indonesia Raya”…Di Baca : 208   Jakarta, Kompas.com – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menangis saat kedatangannya disambut anak-anak Warga Suku Anak Dalam dengan lagu “Indonesia Raya” dan “Indonesia Pusaka”. Ia tersentuh karena dengan kondisi ekonomi rendah dan keterbatasan akses, anak-anak tersebut bisa fasih menyanyikan dua lagu nasional tersebut. Khofifah kemudian menguji anak-anak Suku Anak Dalam soal […]

 

[Foto : Kompas]

Jakarta, Kompas.com – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menangis saat kedatangannya disambut anak-anak Warga Suku Anak Dalam dengan lagu “Indonesia Raya” dan “Indonesia Pusaka”.

Ia tersentuh karena dengan kondisi ekonomi rendah dan keterbatasan akses, anak-anak tersebut bisa fasih menyanyikan dua lagu nasional tersebut.

Khofifah kemudian menguji anak-anak Suku Anak Dalam soal hafalan Pancasila. Anak-anak berebut mengacungkan tangannya.

“Ayo sini baris yang rapi, kita sama-sama melafalkan Pancasila,” kata Khofifah kepada anak-anak, sebagaimana dikutip dalam siaran persnya, Minggu (19/2/2017).

Khofifah terkejut ketika mengetahui semua anak sekitar lima tahun mampu melafalkan Pancasila dengan baik. Tidak ada satu pun sila yang terlewat atau tak berurutan.

“Jika Presiden Joko Widodo mendengarnya langsung, ia pasti senang dan bangga,” kata Khofifah.

Ternyata anak-anak tersebut diajarkan oleh sejumlah relawan yang rajin datang ke hutan tempat Suku Anak Dalam. Para relawan itu mengajar meski tanpa sarana dan prasarana yang memadai.

Khofifah pun memberi hadiah kepada setiap anak berupa uang disertai sejumlah pesan yang terus diulang kepada setiap anak.

“Belajar yang rajin ya, Nak, semangat terus. Semoga semua cita-cita tercapai,” doa Khofifah.

Khofifah mengatakan, anak-anak warga Suku Anak Dalam memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan yang baik dan menunjang mereka meraih cita-cita. Salah satu kendala yang menyebabkan mereka tidak memperoleh pendidikan adalah tradisi melangun atau berpindah-pindah.

Oleh karena itu, Kementerian Sosial membangun hunian tetap sebanyak 23 unit untuk warga Suku Anak Dalam di Desa Pulau Lintang, Kecamatan Bathin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Unit tersebut merupakan langkah awal Kemensos meningkatkan kesejahteraan warga di sana. Khofifah terua mendorong Suku Anak Dalam untuk tinggal menetap.

Dengan demikian, mereka dapat mengakses berbagai layanan yang disediakan pemerintah, seperti pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, penyediaan akses kesempatan kerja, ketahanan pangan, penyediaan akses lahan, advokasi sosial, lingkungan hidup, dan pelayanan sosial.

Related Posts

Leave a Reply